oleh

Diduga Hina Ulama, Anggota DPRD Meranti Dilapor ke Polisi

Meranti, ClickNews.id – Anggota DPRD Kepulauan Meranti Hafizan Abas  di laporkan Pengurus  Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) bersama Ansor dan Banser karena di duga telah menghina ulama.

Anggota DPRD Meranti dari PKB itu di laporkan setelah timbulnya komentar pedas terhadap kegiatan salat Istisqa yang dilaksanakan oleh PCNU Kepulauan Meranti, belum lama ini di Tebingtinggi Barat.

Laporan itu dibenarkan oleh Ketua PCNU Kepulauan Meranti, Ramlan, Senin (23/09) siang.

“Hafizan dilaporkan oleh jajaran Tanfidziah PCNU Kepulauan Meranti akhir pekan (20/09) kemarin, ke Polres Kepulauan Meranti,” ungkapnya.

Menurut Ramlan, sebelum laporan itu di buat, Tanfidziah PCNU Kepulauan Meranti bahkan berkordinasi kepadanya. Namun, dirinya tidak bisa menghalang karena itu adalah hak pengurus.

Diceritakannya, semula PCNU Kepulauan Meranti merima keluhan terhadap komentar Hafizan yang dinilai telah melukai PCNU Kepulauan Meranti.

Terlebih, yang dikomentari Hafizan adalah aksi sosial pelaksanaan sholat Istisqo yang mereka lakukan sebagai upaya mengantisipasi Karhutla dan kabut asap yang menerpa Riau.

“Semula Hafizan komen di statis FB Sahriyal Abdullah. Status Sahrial kurang lebih seperti ini: Saye ini hanya orang kecil tapi bisa membuat orang lain menjadi besar, suatu kehormatan bagi saye di undang Ketua NU Kabupaten Kepulauan Meranti insya Allah saye hadir. Menangapi kegiatan kami itu” ujarnya.

Membaca postingan tersebut, Hafizan malah memberikan komentar yang sangat kontroversi dan menyakitkan.

“Salat Istisqa itu harus  di pimpin sekaligus diimami oleh ulama sejati yang mereka benar-benar takut kepada Allah SWT bukan ulama jadi-jadian yang dinilai telah melakukan tindakan pelecehan terhadap ulama,” komentar  Hafizan  Abas ketika itu.

Pernyataan tersebut benar-benar membuat pengurus PCNU dan lainnya tersinggung. Menurut Ramlan, dalan Sholat Istisqo tersebut yang bertindak sebagai khotip Kyai Mardio SPd, dan imam dalam adalah Kyai Zainul. Dan, kedua kyai tersebut sangat dihormati san disegani masyarakat.

“Jadi, apa maksudnya. Untuk proses hukum itu ranahnya Polres Meranti. Kita serahkan ke semunya ke Polres Meranti. Apakah masuk dalam delik ujaran kebencian atau ITE. Kami ikuti aja prosesnya,” ungkapnya.

Laporan itu juga dibenarkan oleh Kasat Reskrim Kepulauan Meranti, AKP Aryo Dammar. “Laporan sudah kami terima Jumat kemarin, saat ini laporan itu masuk Pulbaket. Kita akan segera panggil terlapor dalam waktu dekat. Nanti kita lihat perkembangannya,” ungkap Aryo.

Sumber : Koran MX

Komentar

News Feed