oleh

Dulu Tak Mau Ikut Kampanye, Kini Gibran Jadi Calon Walikota

Jakarta, ClickNews.id – Nama Gibran Rakabuming Raka kembali mencuat. Bukan karena usahanya yang berjibun dalam bidang kuliner, melainkan pencalonan dirinya untuk maju dalam pemilihan calon Walikota Solo (Surakarta) mengikuti jejak ayahnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pada Senin (23/09) lalu, Gibran mendaftarkan diri menjadi anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan). Dia mendatangi kantor DPC PDIP Surakarta dengan membawa berkas-berkas sebagai syarat menjadi anggota partai pimpinan Megawati Soekarnoputri.

Putra sulung Jokowi itu mendaftarkan diri sebagai kader PDIP untuk memuluskan langkahnya menjadi bakal calon Wali Kota Surakarta. Setelah berkas-berkas syarat menjadi kader PDI Perjuangan diterima, Gibran meminta formulir pendaftaran terkait Pilkada 2020.

Pada saat itu Gibran merasa diberikan kesempatan sekaligus. “Kedatangan saya juga sekaligus kalau diberikan kesempatan mengambil sekaligus mengisi formulir pencalonan wali kota,” kata Gibran, dilansir dari DetikNews.

Keputusan pria kelahiran 1 Oktober 1987 cukup menggegerkan, sebab sebelumnya pengusaha katering pernah mengatakan enggan berpolitik. Berikut ini rekam jejak politik ayah Jan Ethes.

Jarang Terlihat Pada Masa Kampanye Jokowi

Pada masa kampanye Jokowi menjelang Pemilu 2014, Gibran jarang terlihat di depan publik. Jokowi saat itu lebih sering ditemani oleh Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep. Ia hanya muncul di hari ketika Jokowi akan dilantik menjadi Presiden 2014-2019 pada 20 Oktober 2014 silam.

“Saya kan kerja. Kalau saya pengangguran, ya saya ikut bapak saya,” ujar Gibran saat ditanya oleh media mengapa ia jarang terlihat bersama ayahnya tampil di publik pada 2014 lalu.

Pernah Mengatakan Ogah Berpolitik

Ketika bertemu dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada April 2018, Gibran mengatakan pertemuan keduanya tidak ada hubungannya dengan politik. AHY juga menegaskan hal yang sama, bahwa pertemuan ini hanya sekadar silaturahmi dengan putra-putri presiden atau mantan presiden.

Dalam kesempatan yang sama, Gibran mengutarakan bahwa ia tidak ingin ikut campur dengan dunia politik. “Saya juga tidak mau berpolitik. Yang merah, biru, hijau, dan lainnya. Hari ini saya cuma sebagai teman saja. Kita cuma silaturahmi,” ujar Gibran.

Tahun lalu, Presiden Jokowi pernah memberikan pandangannya tentang aspirasi Gibran untuk terjun ke dunia politik. Hal ini disampaikan Jokowi di sela acara Bincang Santai Keluarga Presiden Jokowi dengan Media di Bogor, Desember 2018 lalu.

“Kalau saya lihat ya, saya sebagai bapaknya anak-anak. Kan sering ngomong-ngomong, ngobrol, ngomong-ngomong, ngobrol. Gibran ini belum. Feeling politiknya kok belum. Masih senang 100 persen di dunia usaha,” ungkap Jokowi.

Lebih lanjut menurut Jokowi, Gibran sama sekali tidak memiliki keinginan untuk berpolitik. Begitu pula Kaesang, putra bungsunya, yang menurutnya lebih tertarik mengikuti jejak bisnis sang kakak.

Akhirnya Mengaku Tertarik dengan Dunia Politik

Saat tampil di acara ‘Mata Najwa’ bersama keluarganya yang tayang di Trans7 pada 12 Desember 2018 silam, Gibran akhirnya mengaku bahwa ia tertarik pada dunia politik. Namun ia melanjutkan, ketertarikannya dengan politik tidak untuk saat ini.

“Kalau tertarik, jujur saya tertarik politik. Tapi tidak sekarang. Mungkin 20 tahun lagi,” ujar Gibran.

Sempat Masuk Nominator Wali Kota Versi Survei

Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta merilis hasil survei calon Wali Kota Solo periode 2020-2025 pada 25 Juli 2019. Dalam survei tersebut, ada dua nama anak Jokowi, yaitu Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

Survei tersebut melibatkan 766 responden dan terkait tiga hal, yaitu popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas tokoh. Dalam hal popularitas nama Gibran dan Wakil Wali Kota Surakarta saat ini, Achmad Purnomo mendapat angka tertinggi dengan 90 responden.

Sedangkan dalam hal akseptabilitas, Achmad Purnomo mendapatkan angka tertinggi dengan 83 responden. Kemudian disusul Gibran, Ketua DPRD Surakarta saat ini, Teguh Prakosa, dan Kaesang. Kemudian dalam hal elektabilitas, Achmad Purnomo menjadi tokoh dengan pemilihan terbanyak, yakni 38 persen. Kemudian disusul Gibran dengan 13 persen.

Mulai Bermanuver dengan Bertemu Wali Kota Solo

Gibran mendatangi rumah dinas Wali Kota Surakarta yang juga Ketua DPC PDIP Surakarta FX Rudi Hadyatmo pada Rabu (18/09) pekan lalu. Dalam pertemuan tersebut Rudi mengungkap bahwa Gibran menanyakan syarat untuk mengikuti Pilkada Solo 2020.

“Cuma nanya-nanya biasalah, tentang bagaimana mekanisme pencalonan dan sebagainya. Ya saya beri paparan. Kalau daftar, syaratnya ada. Harus KTA, ada tes. Yang beri rekomendasi itu DPP, saya hanya mengantar kader PDIP” ujar Rudy di rumah dinasnya, Loji Gandrung, Rabu (18/9).

Minta Restu dengan Empunya PDIP Megawati

Gibran akhirnya mengungkapkan bahwa dirinya sudah menyampaikan perihal niat maju dalam pencalonan Wali Kota Surakarta melalui jalur partai kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Ia mengatakan niat tersebut disampaikan saat menyambangi kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Kamis (24/10) siang.

“Banyak hal, saya sampaikan keseriusan saya untuk maju. Saya sampaikan bahwa saya sudah punya kartu tanda anggota (KTA) PDIP. Saya akan berjuang lewat PDIP,” ujar Gibran kepada wartawan di luar kediaman Megawati, dilansir dari CNN Indonesia.

Gibran menegaskan dirinya memang tidak akan maju lewat jalur independen di Pilwalkot Solo pada 2020 mendatang. Sebelum bertemu Megawati, Gibran juga mengaku sudah terlebih dulu bertemu dan silaturahmi kepada sejumlah elite PDIP lain di Solo.

Sebelum masuk bertemu Megawati, dilansir dari CNN Indonesia, Gibran yang tiba sekitar pukul 11.45 WIB tampak membawa beberapa bundel dokumen. Samar-samar terlihat salah satu dokumen yang dibawa Gibran bertuliskan ‘Pencalonan Wali Kota Surakarta’.

Sumber : CNBC Indonesia

Komentar

News Feed