oleh

Hari Pertama PSBB di Pekanbaru, Warga: Memangnya Sudah Diterapkan?

Pekanbaru, ClickNews.id – Sosialisasi yang kurang dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru dinilai membuat banyak masyarakat yang tidak tahu bahwa mulai hari ini, Jum’at (17/04) Pekanbaru resmi menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Terlebih Pemko Pekanbaru sebenarnya lebih mengetatkan aktivitas masyarakat pada malam hari, yang mana dari pukul 20.00 hingga esok subuh pukul 05.00 Wib masyarakat dilarang beraktivitas di jalanan.

Pantauan CAKAPLAH.COM di lapangan sejumlah masyarakat masih bebas berseliweran di jalanan. Termasuk Jalan Jenderal Sudirman yang berada di pusat Kota Pekanbaru. Di jalan ini banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor yang mana seolah tidak mengetahui bahwa Pekanbaru tengah menerapkan PSBB.

Banyak dari kendaraan bermotor yang tidak menggunakan masker, selain itu pengendara sepeda motor juga masih banyak yang berboncengan.

Selain itu, Ojek Online (Ojol) juga masih banyak yang berkumpul menunggu orderan di salah satu tempat makan yang berada di Jalan Imam Munandar.

“Memangnya sudah diterapkan yaa? Saya gak tahu. Kalau orang seperti kita-kita ini mana ngeh dengan berita. Kalau ada saya tahu pasti saya sudah pulang, ketimbang ditangkepin,” cakap Agus, salah satu driver Ojol, Jum’at (17/04/2020) malam.

Bahkan beberapa toko yang sudah dianjurkan tutup oleh Pemko Pekanbaru masih tetap beroperasional, toko-toko yang dimaksud adalah toko penjual pakaian ataupun toko sepatu.

Selain itu, pedagang koran ataupun tisu yang kerap kali berdagang di lampu merah juga masih terpantau menjajakan dagangannya kepada pengendara yang menghentikan kendaraannya ketika lampu merah menyala.

Fatin, salah seorang pengendara yang melintasi jalan Imam Munandar menuturkan bahwa dirinya mengetahui bahwa Pekanbaru akan menerapkan PSBB, kendati demikian dirinya tidak mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh masyarakat selama PSBB diterapkan.

“Saya harap Pemerintah harus gencar melakukan sosialisasi, jangan hanya menerapkan kebijakan tapi tidak melakukan sosialisasi. Kan bisa sosialisasi melalui Masjid untuk di umumkan ke masyarakat,” cakapnya.

Sementara itu pemandangan berbeda terlihat di Kecamatan Tampan, di jalan Soekarno Hatta, HR Soebrantas dan Tuanku Tambusai ini volume kendaraan tampak jauh lebih berkurang, hanya beberapa kendaraan bermotor saja yang masih melintasi jalan tersebut.

Sumber: Cakaplah.com

Komentar

News Feed