oleh

Pemimpin PIM (Professional, Islamic, dan Modern)

ClickNews.id – Profesionalisme bermakna memilih suatu bidang kehidupan untuk tempatnya berkiprah guna memperoleh keberhasilan dunia akhirat.

Islamic adalah penjiwaan dan praktik nilai-nilai yang sesuai dengan kaidah Islam dalam segala aspek kehidupan (tidak munafik dan simbolisasi).

Modern berarti bisa menyesuaikan diri dengan kekinian, tanpa mengabaikan nilai-nilai keislaman yang sempurna untuk sepanjang zaman.

Syaikhul Islam dalam karyanya as-Siyasah as-Syar’iyah tentang kriteria pemimpin yang baik pernah dipertanyakan antara pemimpin yang profesional dengan amanah, mana yang prioritas ?

Dalam buku itu menyatakan :
اجتماع القوة والأمانة في الناس قليل، ولهذا كان عمر بن الخطاب -رضي الله عنه- يقول: اللهم أشكو إليك جلد الفاجر، وعجز الثقة

Kemampuan dan amanah jarang bersatu pada diri seseorang. Karena itu, Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu pernah mengadu kepada Allah, ”Ya Allah, aku mengadu kepada-Mu: orang fasik yang kuat (mampu) dan orang amanah yang lemah.”

Syaikhul Islam menyarankan untuk menerapkan skala prioritas, mana karakter yang lebih dibutuhkan masyarakat, itulah yang dikedepankan.

Dalam posisi tertentu, sifat amanah lebih dikedepankan. Namun di posisi lain, sifat mampu dan profesional lebih dikedepankan.

Syaikhul Islam membawakan riwayat dari Imam Ahmad, ketika beliau ditanya,

’Jika ada dua calon pemimpin untuk memimpin perang, yang satu profesional tapi fasik, dan yang satu soleh tapi lemah. Mana yang lebih layak dipilih?’

Jawab Imam Ahmad,

أما الفاجر القوي، فقوته للمسلمين، وفجوره على نفسه؛ وأما الصالح الضعيف فصلاحه لنفسه وضعفه على المسلمين. فيغزي مع القوي الفاجر

Orang fasik yang profesional, maka kemampuannya menguntungkan kaum muslimin. Sementara sifat fasiknya merugikan dirinya sendiri. Sedangkan orang soleh yang tidak profesional, maka kesolehannya hanya untuk dirinya, sementara ketidak mampuannya merugikan kaum muslimin. Dipilih perang bersama pemimpin yang profesional meskipun fasik.

Sebaliknya, jika dalam posisi jabatan itu lebih membutuhkan sifat amanah, maka didahulukan yang lebih amanah, sekalipun kurang profesional. Syaikhul Islam menyebutkan,

وإذا كانت الحاجة في الولاية إلى الأمانة أشد، قدم الأمين؛ مثل حفظ الأموال ونحوها

Jika dalam kepemimpinan itu lebih membutuhkan sifat amanah, maka didahulukan yang memiliki sifat amanah, seperti bendahara atau semacamnya.

Kemudian, beliau memberikan kesimpulan dalam menentukan pemimpin,

قدم أنفعهما لتلك الولاية وأقلهما ضررا فيها

Diutamakan yang lebih menguntungkan untuk jabatan itu, dan yang lebih sedikit dampak buruknya (disimpulkan dari as-Siyasah as-Syar’iyah, Syaikhul Islam, Kementrian Agama Saudi).

Ditulis Oleh : H. Delyuzar Syamsi SE MBA
BANG DEL PASAR SENGGOL

Komentar

News Feed