oleh

Wakil Ketua HIPEMATAN-P : DPRD dan Plt Bupati Bengkalis Mandul Dalam Penanganan Abrasi di Kecamatan Bantan

BENGKALIS, CLICKNEWS.ID – Kecamatan Bantan merupakan salah satu kecamatan yang berada di pulau Bengkalis yang mempunyai batas-batas wilayah hampir semuanya berbatasan dengan selat malaka. Namun Dalam beberapa tahun terakhir, garis pantai di beberapa daerah di kabupaten bengkalis mengalami abrasi yang cukup memprihatinkan.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dilansir oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sedikitnya 400 kilometer pantai di kabupaten bengkalis telah tergerus abrasi. Hilangnya bibir pantai akibat abrasi itu, Tercatat setidaknya ada 44 persen yang sudah hilang dari total pantai sepanjang 745 kilometer.

Salah satu dampak abrasi yang dirasakan masyarakat berada di desa mentayan. Desa ini salah satu contoh desa dengan tingkat abrasi yang sangat besar, hampir setiap tahunnya mengalami abrasi sampai 2 meter bahkan lebih. Yang cukup memprihatinkan lagi, desa mentayan merupakan salah satu lumbung padi di kecamatan bantan, akibat abrasi petani sering gagal panen ditambah lagi lahan persawahannya yang dekat dengan bibir pantai.

Agus widodo selaku Wakil ketua Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kec Bantan Pekanbaru (HIPEMATAN-P) sangat menyayangkan sikap dari perwakilan rakyat yang duduk di bangku DPRD dan PLT Bupati kabupaten bengkalis yang di nilai tidak serius untuk penanganan abrasi di kecamatan bantan.

“Sangat disayangkan DPRD dan PLT Bupati Bengkalis hanya memandang sebelah mata terhadap abrasi yang terus menerus menggerus daratan yang ada di kecamatan bantan, sudah beberapa tahun belakangan masyarakat menanti penanganan abrasi yang ada di kecamatan ini. salah satu desa yang cukup memprihatinkan tingkat abrasinya adalah desa mentayan, karna di desa mentayan ini juga terdapat lahan persawahan yang cukup luas. Bahkan tiap tahun juga masih ada petani yang gagal panen padinya di karenakan ombak yang masuk sampai ke lahan sawahnya.” kata Agus Widodo Waketum HIPEMATAN-P Sabtu (16/012021).

Tentunya masyarakat di kecamatan bantan sangat berharap penanganan abrasi cepat di realisasikan.

” jika DPRD dan Plt Bupati Bengkalis tidak serius dalam menangani abrasi ini, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan luas daratan di Kabupaten bengkalis banyak yang terancam hilang dan tidak menutup kemungkinan pulau Bengkalis nantinya tinggal namanya saja.” Tutupnya. (rls)

Komentar

News Feed